Awas, 5 Penyakit Berbahaya di Balik Diare yang Berkepanjangan

by penjurumedia | Apr 23, 2018

Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, dengan bentuk tinja lunak atau cair. Penyakit ini umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas, dan akan sembuh dalam waktu 2-3 hari. Namun pada kasus tertentu, diare dapat berlangsung hingga berminggu-minggu meski sudah mengonsumsi obat antidiare.

Diare berkepanjangan meningkatkan risiko penderita untuk berakhir pada kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika tidak segera diatasi, risiko penderita untuk kehilangan nyawa menjadi semakin tinggi.

Berikut adalah 5 Penyakit Berbahaya di Balik Diare yang Berkepanjangan:

1. Penyakit celiac

Penyakit celiac terjadi di saluran cerna, dan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap gluten–protein yang ditemukan pada gandum. Beberapa golongan orang yang lebih sering terkena penyakit ini, misalnya penderita lupus, penderita diabetes mellitus tipe 1, penderita kanker usus, dan mereka yang punya riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Selain diare berkepanjangan, penyakit celiac juga menyebabkan bentuk tinja pucat, berlemak atau berbau busuk, mudah lelah, mudah marah, perut begah dan nyeri perut.

2. Penyakit Crohn

Penyakit ini adalah kondisi gangguan kronis yang disebabkan oleh peradangan pada lapisan sistem pencernaan. Peradangan pada kasus penyakit Crohn dapat menyerang semua bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus.

Penyakit Crohn memiliki gejala berupa diare berkepanjangan dan berulang. Selain itu tinja berdarah atau berlendir, nyeri perut yang makin parah saat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta mudah lelah.

3. Sindrom usus besar

Sindrom usus besar alias irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan sistem saluran cerna yang terjadi dalam jangka panjang. Penyakit ini memiliki gejala diare berkepanjangan, yang disertai dengan sembelit, perut kembung, nyeri punggung, nafsu makan menurun, dan dada terasa panas.

Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom usus besar masih belum diketahui. Para ahli menduga bahwa keadaan ini dipicu oleh stres atau depresi yang terjadi secara berkelanjutan.

4. Kolitis ulseratif

Ini adalah jenis peradangan usus yang terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan timbulnya ulkus atau luka pada saluran cerna. Pada penyakit kolitis ulseratif, diare berkepanjangan timbul bersama tinja berdarah atau bernanah. Selain itu terjadi pula kesulitan buang air besar meski mulas, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta nyeri atau kram pada perut.

Kolitis ulseratif dapat sangat menganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup. Penderita dianjurkan untuk segera berobat ke dokter, karena penyakit ini dapat mengancam keselamatan jiwa.

5. Kanker usus besar

Kanker usus besar alias kolorektal adalah kondisi yang paling sering terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Pada kasus ini, gejala yang paling sering timbul adalah perubahan pola buang air besar, baik berupa diare berkepanjangan atau sembelit (konstipasi). Keluhan tersebut turut disertai dengan gejala lain, berupa perut begah atau kembung, muntah berulang, mudah lelah, penurunan berat badan secara drastis, dan nyeri perut yang hilang timbul.

source: klikdokter.com

Written By penjurumedia

Related Posts

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang mengganggu kerja hati ini dapat menular dengan...

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan,...

Hari Saka Bakti Husada

Hari Saka Bakti Husada

Selamat Hari Saka Bakti Husada 17 Juli 2021. Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan...

stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu dan berhenti sehingga nutrisi dan oksigen tidak mengalir ke jaringan otak. Tanpa keduanya, sel dalam otak...

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam...

usia senja

Multiple Sclerosis

Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada orang tua berusia senja yakni Multiple Sclerosis. Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit kronis...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat...

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Storytelling atau bercerita atau mendongeng merupakan kegiatan yang telah ada semenjak manusia ada. Storytelling juga yang membuat manusia punya sejarah....

Efek Keracunan Pestisida

Efek Keracunan Pestisida

Pestisida adalah istilah yang dipakai untuk kelompok kimia meliputi insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, moluskisida, nematisida, senyawa pengatur...

Comments

0 Comments