Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

BERITABUANA.CO, JAKARTA –  Indonesia mengalami kemajuan besar di bidang kesehatan dalam dasawarsa ini, yaitu ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup menjadi delapan tahun lebih lama yakni 71,7 tahu, serta menurunnya beban penyakit menular seperti diare dan tuberkulosa (TBC).

Akan tetapi masih cukup miris dengan tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, dan Iainnya.

Hal ini diperkuat dengan studi terbaru yang pernah dilakukan oleh The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dari University of Washington serta peneliti dari Indonesia yang dipimpin dr Nafsiah Mboi, Sp.A.

Lebih lanjut dengan penelitian terbaru, menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan dalam analisa awal survei peneltiannya menyatakan bahwa penyebab kematian berskala nasional dengan nama survei “Sample Registration Survey” (SRS) bahwa data yang dikumpulkan dari sampel kejadian selama 2014, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, bahwa 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia adalah penyakit; Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke, penyakit jantung iskemik.

Diabetes Melitus dengan komplikasi, tubercolusis pernapasan, Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi, Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Penyakit liver atau hati, Akibat kecelakaan lalu lintas,Pneumonia atau radang paru-paru, dan Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Melihat fenomena tersebut, sebagai langkah awal perlunya sosialisasi tentang kesadaran hidup sehat, status gizi, dan upaya-upaya preventif (pencegahan) penyakit yang akan dilakukan Rumah Sakit Sukmul Sisma Medika Jakarta Utara dan bekerja sama dengan institusi pendidikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu 31 Agustus 2019 di STIE PERTIWI kampus Koja kepada warga sekitar, dimana dituangkan dalam bentuk kegiatan sosialisasi, tips pencegahan penyakit serta dilanjutkan dengan kegiatan cek kesehatan BMI (Body Mass Index); berat badan, prosentase lemak, TBW (Total Body Water) yang dilakukan oleh tim medis RS SUKMUL SISMA MEDIKA, Oktaviana Arum Kusuma, S.Gz, Rizka Nur Fitria, S.Gz, dan Fathonah Ilmiah.

“Kami tentunya merasa memiliki tanggung jawab moral mengingat perilaku masyarakat terhadap kualitas hidup sehat sangat rendah, untuk itu perlunya mensosialisasikan kesadaran untuk hidup sehat, status gizi, dan upaya pencegahan penyakit yang dimulai dari lingkungan terkecil “Jelas Pinto Nugroho Humas RS Sukmul Sisma Medika mewakili tim medis saat ditemui www. beritabuana.co di Jakarta Sabtu, (31/8/2019)

Senada dengan pernyataan di atas tanggung jawab untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran hidup sehat dan pencegahan preventif terhadap penyakit merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perlu kerjasama dengan beberapa komponen masyarakat, institusi pemerintah, puskesmas terdekat atau swasta penyelenggara kesehatan dan juga institusi pendidikan termasuk kampus dalam kegiatan bersama sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang berkelanjutan“ tutupnya disela-sela kegiatan. (Iwan/Natsir)

source: BeritaBuana.co

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - RS Sukmul support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 430 1269