Minuman yang Memperlancar Haid (Wanita Wajib Tahu!)

by penjurumedia | Jan 31, 2020

Siklus menstruasi pada wanita berbeda-beda. Ada yang memiliki siklus 28 hari hingga sampai 35 hari. Kalau setiap bulan siklus yang didapatkan tetap sama, artinya Anda tidak mengalami gangguan. Namun, kalau ada perubahan seperti datang terlalu cepat atau terlambat, hal itu menandakan adanya gangguan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa perawatan rumahan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengatur siklus menstruasi yang tidak teratur.

Berikut ini adalah beberapa pengobatan rumahan atau minuman yang memperlancar haid yang memiliki bukti ilmiah dan yang tidak memiliki bukti pendukung, serta bagaimana cara menggunakannya, di antaranya:

1. Cuka Apel

Minuman pelancar haid yang pertama adalah cuka apel. Hasil penelitian yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine mengungkapkan,konsumsi 15 ml cuka apel setiap hari dapat mengembalikan siklus menstruasi pada wanita dengan PCOS. Meski begitu, klaim terhadap penelitian ini membutuhkan penelitian lanjutan karena studi dilakukan dengan responden yang terbatas.

2. Jus Nanas

Nanas adalah salah satu buah yang populer untuk mengatasi masalah menstruasi. Jus nanas mengandung bromelain, enzim yang diklaim dapat melunakkan lapisan rahim dan mengatur menstruasi. Meski begitu, jus nanas ini belum bisa dibuktikan kebenarannya sebagai minuman pelancar haid.
Bromelain mungkin memiliki sifat antiinflamasi dan menghilangkan rasa sakit, meski begitu tidak ada bukti nyata untuk mendukung efektivitasnya dalam mengurangi kram menstruasi dan sakit kepala.

3. Kunyit

Kunyit adalah bahan alami yang populer untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, termasuk menstruasi yang tidak teratur. Namun, kemampuannya sebagai minuman pelancar haid belum terbukti.

Manfaat utama kunyit yang banyak ditemukan adalah kemampuannya mengurangi peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa curcumin, bahan aktif yang ditemukan dalam kunyit, memiliki efek anti-inflamasi.

Baca juga: Jangan Salah! Inilah Manfaat Makan Menggunakan Sumpit

4. Jahe

Jahe adalah salah satu bahan alami yang banyak digunakan untuk pengobatan, salah satunya adalah mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur—namun klaim terhadap hal ini belum bisa dibuktikan dengan jelas.

Beberapa penelitian mengklaim bahwa jahe membantu menurunkan hilangnya darah berlebihan selama siklus menstruasi, meredakan rasa nyeri, meningkatkan suasana hati dan ketidaknyamanan fisik lainnya.

5. Kayu Manis

Kayu manis adalah bahan alami lainnya yang dipercaya mampu mengatasi siklus haid yang tidak teratur. Cara mengonsumsinya yaitu dengan merendam dua atau tiga batang kayu manis dalam satu gelas air.

Sebuah studi mengungkapkan, minuman pelancar haid ini mampu mengatur siklus menstruasi dan merupakan pilihan pengobatan yang efektif untuk wanita dengan PCOS—meskipun studi ini dibatasi oleh sejumlah kecil responden.

6. Jus Pisang

Salah satu manfaat pisang yang cukup populer mengenai pisang adalah membantu mengatasi kram otot. Nah, rahim adalah organ yang banyak memiliki otot, jadi tidak mengejutkan saat Anda mengonsumsi minuman pelancar haid ini kram menstruasi akan berkurang.

7. Teh

Teh hijau memiliki kemampuan untuk mengurangi kram. Sedangkan teh chamomile memiliki keberhasilan yang sama baiknya dalam meminimalkan kejang otot dan juga membantu mengatasi perubahan suasana hati.

Sebisa mungkin pilihlah teh tanpa kafein, karena kafein dapat memicu kecemasan dan juga membantu tubuh menahan air, di mana hal ini berkontribusi terhadap kembung.

8. Minyak Kelapa

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan minyak kelapa ke dalam makanan selama dua bulan dapat meredakan nyeri selama masa menstruasi. Tambahkan minyak kelapa ke makanan sebagai pengganti mentega atau minyak lainnya.

source: doktersehat.com

Written By penjurumedia

Related Posts

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang mengganggu kerja hati ini dapat menular dengan...

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan,...

Hari Saka Bakti Husada

Hari Saka Bakti Husada

Selamat Hari Saka Bakti Husada 17 Juli 2021. Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan...

stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu dan berhenti sehingga nutrisi dan oksigen tidak mengalir ke jaringan otak. Tanpa keduanya, sel dalam otak...

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam...

usia senja

Multiple Sclerosis

Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada orang tua berusia senja yakni Multiple Sclerosis. Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit kronis...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat...

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Storytelling atau bercerita atau mendongeng merupakan kegiatan yang telah ada semenjak manusia ada. Storytelling juga yang membuat manusia punya sejarah....

Efek Keracunan Pestisida

Efek Keracunan Pestisida

Pestisida adalah istilah yang dipakai untuk kelompok kimia meliputi insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, moluskisida, nematisida, senyawa pengatur...

Comments

0 Comments