Benarkah Kopi Panas Bisa Picu Kanker Esofagus?

by penjurumedia | Mar 30, 2019

BenarkahKopi Panas Bisa Picu Kanker Esofagus?

Sebuah penelitian terbaru menyebut kopi dan teh panas meningkatkan risiko kanker esofagus alias kerongkongan. Penggemar kopi panas pasti panik bukan kepalang.

Penelitian di Tehran University of Medical Sciences yang dipublikasikan di International Journal of Cancer ini menyebut kebiasaan minum minuman bersuhu 60 derajat celcius meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga 90 persen. Pertanyaannya, haruskah serta-merta meninggalkan kebiasaan minum kopi di pagi hari?

Dikutip dari Health.com, Brian Henick, MD ahli kanker dari Columbia University Medical Center mengatakan tidak perlu khawatir. Menurutnya, hasil penelitian tidak selalu berlaku untuk orang kebanyakan. Alasan pertama, menurut dr Brian, penelitian tersebut dilakukan di Provinsi Golestan, Iran, yang memang memiliki jumlah kasus esofagus yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.

“Beberapa orang bahkan menyebut area tersebut sebagai esophageal cancer belt (sabuk kanker esofagus),” kata dr Brian. Diperkirakan 14-17 kasus kanker esofagus ditemukan tiap 100.000 penduduk di area tersebut, menurut sebuah laporan tahun 2015. Sedangkan di Amerika Serikat misalnya, hanya ada 4 kasus di antara 100.000 penduduk.

Alasan berikutnya adalah kondisi minum kopi maupun teh yang tidak selalu sama. Suhu yang digunakan dalam penelitian tersebut tentu sangat terkontrol, dan belum tentu sama seperti yang dilakukan orang-orang di rumah masing-masing. “Anda bisa melihat di situ ada potensi informasi yang hilang,” jelas dr Brian.

Tentunya bukan berarti hasil penelitian itu tidak berarti sama sekali. Hasil penelitian ini membuka petunjuk tentang kemungkinan faktor risiko kanker yang lain. Namun para ahli saat ini masih fokus pada faktor risiko yang sudah dipastikan berpengaruh, terutama rokok dan asam lambung.

Written By penjurumedia

Related Posts

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang mengganggu kerja hati ini dapat menular dengan...

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan,...

Hari Saka Bakti Husada

Hari Saka Bakti Husada

Selamat Hari Saka Bakti Husada 17 Juli 2021. Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan...

stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu dan berhenti sehingga nutrisi dan oksigen tidak mengalir ke jaringan otak. Tanpa keduanya, sel dalam otak...

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam...

usia senja

Multiple Sclerosis

Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada orang tua berusia senja yakni Multiple Sclerosis. Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit kronis...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat...

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Storytelling atau bercerita atau mendongeng merupakan kegiatan yang telah ada semenjak manusia ada. Storytelling juga yang membuat manusia punya sejarah....

Efek Keracunan Pestisida

Efek Keracunan Pestisida

Pestisida adalah istilah yang dipakai untuk kelompok kimia meliputi insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, moluskisida, nematisida, senyawa pengatur...

Comments

0 Comments