Apakah Penderita Asam Urat Tidak Bisa Makan Sayuran ?

by penjurumedia | Apr 1, 2019

Apakah Penderita Asam Urat Tidak Bisa Makan Sayuran ?

Sudah menjadi rahasia umum jika penderita asam urat tidak boleh mengonsumsi makanan dengan sembarangan, khususnya makanan yang tinggi kandungan purin seperti makanan laut dan jeroan.

Hanya saja, banyak penderita penyakit ini yang mengaku takut untuk mengonsumsi sayuran hijau karena adanya kadar purin sedang di dalam beberapa jenis sayuran layaknya bayam atau kangkung.

Lantas, apakah mereka harus benar-benar menghindari sayuran saat makan?

Baca juga : Benarkah Kopi Panas Bisa Picu Kanker Esofagus?

Makanan yang harus dihindari penderita asam urat

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Family Physiciansmenghasilkan fakta bahwa penderita asam urat yang rutin menerapkan diet rendah purin akan mampu menurunkan kadar zat asam urat di dalam tubuh yang tentu akan berimbas pada menurunnya risiko terkena gejala asam urat dan komplikasi serius seperti gangguan pada ginjal.

Selain makanan laut dan jeroan, beberapa jenis daging merah dan minuman beralkohol ternyata juga tinggi kandungan purin sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat.

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul British Medical Journal, disebutkan bahwa minuman yang tinggi kandungan gula layaknya minuman bersoda, teh botolan, dan lain-lain juga bisa memicu peningkatan risiko serangan asam urat meski rendah purin. Minuman ini juga sebaiknya dihindari.

Sayuran hijau termasuk dalam pantangan penderita asam urat?

Beberapa jenis makanan dengan kadar purin yang tinggi, yakni sekitar 200 mg purin untuk setiap 100 gramnya adalah jeroan seperti hati, usus, paru, dan otak, beberapa jenis daging merah seperti daging sapi, daging kambing, dan daging domba.

Beberapa jenis ikan seperti ikan tuna, ikan sarden, dan ikan teri, beberapa jenis makanan laut layaknya kerang, udang, dan kepiting, dan roti putih. Makanan-makanan ini adalah pantangan bagi penderita asam urat.

Khusus untuk sayuran, memang ada beberapa jenis sayuran yang memiliki kadar asam urat yang sedang layaknya bayam, kembang kol, asparagus, dan jamur. Sayuran-sayuran ini ternyata masih boleh dikonsumsi penderita asam urat asalkan porsi dan frekuensinya dibatasi.

Baca juga : 9 Tips Obat Sariawan Secara Alami

Selain itu, penderita asam urat juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Tips mengendalikan asam urat

Mengingat serangan asam urat bisa membuat persendian menjadi kaku, membengkak, nyeri, dan sulit untuk digerakkan.

Penderita penyakit ini harus pandai-pandai mengendalikan kadar zat asam urat di dalam tubuhnya agar tidak sampai meningkat dengan drastis. Mereka pun harus benar-benar menerapkan gaya hidup sehat.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan penderita asam urat.

  1. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman manis

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, minuman beralkohol tinggi kandungan purin dan minuman manis bisa meningkatkan risiko peradangan yang berimbas pada munculnya gejala serangan asam urat. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita harus menghindarinya.

  1. Cukupi kebutuhan air putih

Dengan memenuhi kebutuhan air putih harian, maka tubuh tidak akan terkena dehidrasi sekaligus membantu proses peluruhan zat asam urat dari dalam tubuh. Hal ini tentu akan membuat jumlah zat asam urat tidak akan berlebihan.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga bisa membantu menyehatkan persendian dan proses peluruhan zat asam urat dari dalam tubuh.

  1. Menerapkan diet yang sehat

Selain menghindari makanan tinggi purin, sebaiknya menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang demi membantu mencegah datangnya serangan asam urat.

  1. Tidak merokok

Rokok bisa menyebabkan datangnya peradangan pada tubuh penderita asam urat yang bisa berimbas pada munculnya gejala serangan penyakit ini.

source : doktersehat.com

Written By penjurumedia

Related Posts

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang mengganggu kerja hati ini dapat menular dengan...

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan,...

Hari Saka Bakti Husada

Hari Saka Bakti Husada

Selamat Hari Saka Bakti Husada 17 Juli 2021. Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan...

stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu dan berhenti sehingga nutrisi dan oksigen tidak mengalir ke jaringan otak. Tanpa keduanya, sel dalam otak...

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam...

usia senja

Multiple Sclerosis

Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada orang tua berusia senja yakni Multiple Sclerosis. Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit kronis...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat...

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Storytelling atau bercerita atau mendongeng merupakan kegiatan yang telah ada semenjak manusia ada. Storytelling juga yang membuat manusia punya sejarah....

Efek Keracunan Pestisida

Efek Keracunan Pestisida

Pestisida adalah istilah yang dipakai untuk kelompok kimia meliputi insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, moluskisida, nematisida, senyawa pengatur...

Comments

0 Comments