Tips Mudah Atasi Keracunan Makanan

by penjurumedia | Oct 13, 2017

Keracunan makanan adalah gangguan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau toksin. Organisme atau toksin yang menginfeksi atau mengkontaminasi makanan bisa terjadi pada setiap proses pengolahan makanan. Kontaminasi makanan juga bisa terjadi di rumah ketika makanan salah ditangani atau dimasak.

Bagaimana tanda dan gejala keracunan makanan?

Gejala keracunan makanan bervariasi tergantung pada penyebabnya. Umumnya keracunan makanan menyebabkan satu atau lebih tanda dan gejala, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare berair hingga berdarah
  • Nyeri perut dan kram
  • Demam

Tanda dan gejala umumnya mulai dirasakan beberapa jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi atau mungkin reaksi keracunan bisa terjadi setelah berhari-hari. Lama terjadinya tanda dan gejala keracunan bisa terjadi selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Apakah penyebab terjadinya keracunan makanan?

Kontaminasi makanan bisa terjadi mulai dari tahap awal seperti ketika buah masih mulai tumbuh, dipetik, pengolahan, penyimpanan, pengiriman, atau persiapan ketika akan dikonsumsi. Kontaminasi silang umumnya yang sering terjadi terutama ketika menyiapkan makanan mentah seperti salad. Makanan yang tidak dimasak atau yang tidak dimasak dengan tepat bisa menyebabkan keracunan makanan karena organisme berbahaya tidak mati sebelum dikonsumsi.
Penyebab terjadinya keracunan makanan atau organisme yang mengkontaminasi makanan adalah :

  • Bakteri
    Bakteri merupakan penyebab paling umum terjaidnya keracunan makanan. Beberapa bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan adalah E.coli, Listeria, dan Salmonella.
  • Parasit
    Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit menimbulkan tanda dan gejala yang berbeda dengan kontaminasi bakteri. Toksoplasma adalah parasit yang paling sering terjadi pada keracunan makanan. Toksoplasma umumnya ditemukan pada kotoran kucing. Parasit bisa hidup pada sistem pencernaan tanpa menunjukkan tanda dan gejala. Namun, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan wanita hamil dapat beresiko mengalami efek samping yang serius jika parasit hidup pada usus.
  • Virus
    Keracunan makanan juga dapat disebabkan oleh virus. Salah satu kontaminasi virus pada makanan yang serius adalah virus hepatitis A.

Apakah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya keracunan makanan?

Resiko keracunan makanan dapat terjadi tergantung pada organisme yang terdapat pada makanan, jumlah organisme pada makanan, usia, dan kondisi kesehatan seseorang. Berikut beberapa kelompok orang yang memiliki resiko keracunan makanan lebih tinggi:

  • Orang lanjut usia (lansia)
    Seiring dengan bertambahnya usia maka sistem kekebalan tubuh tidak merespon dengan cepat dan efektif untuk membunuh organisme yang masuk kedalam tubuh.
  • Wanita yang sedang hamil
    Selama kehamilan, perubahan metabolisme dan sirkulasi tubuh dapat meningkatkan resiko keracunan makanan. Reaksi yang terjadi dapat lebih parah selama kehamilan.
  • Bayi dan balita
    Sistem kekebalan tubuh pada bayi dan balita belum dapat berkembang sepenuhnya.
  • Orang dengan penyakit kronis
    Terjadi penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh pada orang yang memiliki kondisi penyakit kronis seperti diabetes, gangguan hati atau AIDS, atau sedang melakukan kemoterapi.

Bagaimana penanganan keracunan makanan?

Pengobatan untuk keracunan makanan umumnya tergantung pada sumber penyakit dan tingkat keparahan gejala. Pada umumnya, tanda dan gejala keracunan makanan dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari, namun juga pada beberapa kasus keracunan dapat terjadi lebih lama. Penanganan keracunan makanan yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi untuk penggantian cairan yang hilang
    Cairan dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium yang menjaga keseimbangan cairan tubuh dapat hilang saat terjadinya diare atau muntah. Pada kondisi yang diare dan muntah yang parah perlu dilakukan perawatan dirumah sakit untuk mendapatkan asupan cairan dan elektrolit melalui pembuluh darah untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi. Pada kondisi diare yang dapat dilakukan perawatan dirumah maka dapat mengkonsumsi cairan oralit untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi.
  • Terapi antibiotik
    Berkonsultasilah pada dokter untuk mendapatkan terapi antibiotik jika keracunan makanan yang terjadi disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan. Antibiotik tidak dapat membantu mengatasi keracunan makanan yang disebabkan oleh virus.
  • Terapi untuk membantu menghentikan diare atau muntah
    Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker untuk pemilihan obat yang mengatasi diare dan muntah.

Written By penjurumedia

Related Posts

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Waspada Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang mengganggu kerja hati ini dapat menular dengan...

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19

Mengapa Harus Vaksinasi Covid-19?

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis dan kandungan,...

Hari Saka Bakti Husada

Hari Saka Bakti Husada

Selamat Hari Saka Bakti Husada 17 Juli 2021. Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan, pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan...

stroke

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu dan berhenti sehingga nutrisi dan oksigen tidak mengalir ke jaringan otak. Tanpa keduanya, sel dalam otak...

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit dimana arteri atau pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tekanan darah pada pembuluh naik. Dalam...

usia senja

Multiple Sclerosis

Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada orang tua berusia senja yakni Multiple Sclerosis. Multiple sclerosis atau MS adalah penyakit kronis...

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) merupakan satu dari delapan hari kesehatan masyarakat...

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Pentingnya Mendongeng Pada Anak

Storytelling atau bercerita atau mendongeng merupakan kegiatan yang telah ada semenjak manusia ada. Storytelling juga yang membuat manusia punya sejarah....

Efek Keracunan Pestisida

Efek Keracunan Pestisida

Pestisida adalah istilah yang dipakai untuk kelompok kimia meliputi insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, moluskisida, nematisida, senyawa pengatur...

Comments

0 Comments