Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Apakah Bronkitis Menular? Jawabannya bisa bervariasi. Untuk bronkitis akut yang disebabkan oleh virus, maka bronkitis ini biasanya menular. Namun untuk bronkitis kronis, biasanya tidak menular.

Faktor Bronkitis

Berikut beberapa faktor bronkitis yang meningkatkan risiko terserang jenis bronkitis:

  • Merokok.
  • Menderita asma dan alergi.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, yang terkadang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, penderita penyakit yang berkelanjutan, serta bayi dan anak kecil. Bahkan pilek lebih mungkin meningkatkan risiko bronkitis, karena tubuh melawan kuman-kuman.

Sementara hal berikut ini dapat meningkatkan risiko terkena bronkitis kronis:

  • Perokok wanita lebih berisiko daripada perokok pria.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru-paru.

Baca juga: Pengertian hingga Cara Mengobati Penyakit Asma

Gejala Bronkitis

Gejala utama dari bronkitis adalah batuk kering. Tetapi kemungkinan batuk akan mengeluarkan lendir kental berwarna kuning keabu-abuan (meski hal ini tidak selalu terjadi).

Gejala bronkitis akut dan kronis dapat memengaruhi pernapasan, di antaranya:

  • Sesak di dada – ketika dada terasa penuh atau tersumbat
  • Batuk disertai lendir yang bening, putih, kuning, atau hijau
  • Sesak napas
  • Bunyi mengi atau suara nyaring seperti bersiul saat bernapas

Bronkitis kronis, batuk berlangsung setidaknya selama tiga bulan dan mungkin akan kembali dua tahun berturut-turut.

Sementara pada bronkitis akut, batuk mungkin akan bertahan selama beberapa minggu setelah gejala lainnya menghilang. Berikut gejala bronkitis lainnya:

  • Tubuh terasa sakit dan meriang
  • Demam ringan
  • Pilek – hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan

Gejala bronkitis yang ringan mungkin tidak perlu menemui dokter, tapi ciri-ciri bronkitis mirip dengan pneumonia. Sangat penting untuk memerhatikan perubahan pada gejala yang dialami. Segera temui dokter jika Anda memiliki gejala seperti berikut:

  • Batuk yang menyebabkan nyeri dada yang persisten. Batuk yang seperti ini bisa merusak kantung udara dalam paru-paru.
  • Batuk bertahan lebih dari seminggu dan lendir menjadi lebih gelap, lebih tebal, peningkatan volume dahak disertai keluarnya darah.
  • Ciri-ciri bronkitis akut diikuti dengan masalah paru-paru, jantung kronis, atau infeksi. Infeksi pernapasan dapat membuat tubuh rentan terhadap penyakit paru-paru yang lebih serius seperti pneumonia.
  • Kesulitan untuk bernapas. Ini mungkin merupakan gejala dari kondisi medis seperti asma, emfisema (paru obstruktif kronis) atau penyakit jantung.
  • Demam tinggi atau demam yang bertahan lebih dari tiga hari.

Baca juga: Perbedaan HIV dan AIDS, Anda Perlu Tahu!

Diagnosis Bronkitis

Awalnya mungkin Anda sulit untuk membedakan gejala bronkitis dengan pilek biasa. Untuk itu, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan stetoskop untuk memeriksa paru-paru.

Berikut beberapa tes yang mungkin disarankan dokter untuk mendiagnosis bronkitis:

1. Tes Dahak

Dahak atau lendir yang keluar ketika batuk dapat dites untuk melihat apakah penyakit yang yang diderita dapat diobati dengan antibiotik. Dahak juga bisa dites untuk mengetahui tanda-tanda alergi.

2. Rontgen Dada

Selain mendiagnosis bronkitis, X-ray dada dapat membantu menentukan apakah Anda menderita pneumonia atau kondisi lain yang dapat menjelaskan kondisi batuk Anda. Tes ini sangat penting jika Anda pernah atau seorang perokok.

3. Tes Fungsi Paru

Tes ini mengharuskan Anda meniup ke alat yang disebut spirometer, untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa ditahan paru-paru dan seberapa cepat Anda bisa mengeluarkan udara dari paru-paru. Tes ini juga berfungsi untuk memeriksa gejala asma atau emfisema.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Sukmul support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 430 1269